burung-elang-2

Tujuh Prinsip Burung Elang #2

Burung elang memiliki tongkrongan yang sangat gagah. Ketika berdiri kakinya tegar mencengkeram dan matanya menatap tajam. Ketika terbang sayapnya panjang terentang menembus topan.

Sosoknya tetap cantik dipandang dari sudut manapun dan dalam posisi apapun. Tidak heran jika keluarga elang begitu sering mendapat kehormatan menjadi lambang negara.

Empat prinsip dari tujuh prinsip burung elang telah tuntas kita pelajari pada bagian pertama. Tiga prinsip berikutnya akan kita selesaikan sekarang.

PRINSIP 5

Burung elang menguji sebelum mempercayai. Ketika elang betina bertemu pejantan dan ingin berpasangan dengannya, maka elang betina akan terbang ke bumi dan mengambil sebatang ranting. Lalu elang betina akan terbang kembali ke angkasa dengan diikuti pejantan.

Tiba di satu ketinggian elang betina akan menjatuhkan ranting itu dan mengawasinya. Elang pejantan akan mengejar ranting itu. Semakin cepat ranting itu jatuh, semakin cepat pejantan mengejarnya. Elang pejantan harus menangkap ranting itu sebelun jatuh ke tanah dan memberikannya kepada elang betina.

Elang betina akan mengambilnya dan terbang lebih tinggi lagi dan menjatuhkannya lagi. Elang pejantan harus mengejarnya lagi. Hal ini berlangsung selama berjam-jam dengan ketinggian yang terus meningkat. Hingga akhirnya elang betina merasa yakin dengan kemampuan elang pejantan yang juga menunjukkan komitmennya. Setelah itu mereka akan menjadi pasangan.

Pelajarannya:

Baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam usaha, kita harus menguji komitmen mereka yang ingin menjalin kemitraan.

PRINSIP 6

Ketika burung elang hendak bertelur, mereka akan mencari tempat yang sangat tinggi di tebing, dimana pemangsa tidak akan mampu mencapainya. Elang jantan mengumpulkan duri dan menyusunnya. Di atas duri tersebut diletakkan ranting.

Lalu ada duri lagi dan kemudian ditutup dengan rerumputan. Sebagai sentuhan akhir burung elang akan menutupi sarang itu dengan bulu-bulunya. Duri yang berada di luar akan melindungi sarang dari penyusup.

Elang pejantan dan betina bahu-membahu membesarkan keluarganya. Elang betina mengerami telurnya dan melindunginya, sementara elang jantan membuat sarang dan berburu.

Ketika tiba masanya melatih elang muda terbang, elang betina mendorong elang muda keluar sarang. Tetapi elang muda itu masih takut, sehingga mereka kembali ke dalam sarang lagi.

Setelah itu, elang betina mendorong lagi elang muda dan mengambil lapisan empuk, bulu dan rumput, dari sarang dan meninggalkan duri dan ranting.

Sambil menjerit dan berdarah elang muda akan melompat keluar dari sarang. Dia merasa heran, mengapa induknya yang sangat menyayanginya sekarang justru menyiksanya.

Berikutnya elang betina mendorong elang muda hingga jatuh melayang di udara. Saat mereka menjerit ketakutan, elang jantan menangkapnya di punggungnya dan membawanya kembali ke sarang. Hal ini terjadi berulang-ulang hingga elang muda itu mulai mengepakkan sayapnya. Mereka merasa senang ketika menyadari bahwa mereka bisa terbang.

  • Persiapan ketika membuat sarang mengajarkan kepada kita untuk mempersiapkan diri terhadap perubahan.
  • Persiapan ketika membentuk keluarga mengajarkan kepada kita bahwa partisipasi aktif kedua pasangan akan mengantarkan kepada keberhasilan.
  • Peristiwa tertusuk duri menunjukkan kepada kita bahwa kondisi yang terlalu nyaman membuat kita enggan mereguk pengalaman hidup, tidak berkembang, dan malas belajar.
  • Duri dalam kehidupan hadir untuk menunjukkan bahwa kita harus berkembang, keluar dari sarang, dan menjalani kehidupan.

Pelajarannya:

Tidak semestinya kita membiarkan orang-orang yang kita sayangi terlena dalam rasa malas, tetapi kita harus mendorongnya untuk tumbuh dan berkembang. Walaupun tampak buruk, tetapi tujuannya baik.

PRINSIP 7

When an Eagle grows old, his feathers become weak and cannot take him as fast as he should. When he feels weak and about to die, he retires to a place far away in the rocks. While there, he plucks out every feather on his body until he is completely bare. He stays in this hiding place until he has grown new feathers, then he can come out.

Ketika burung elang beranjak tua, bulu-bulunya menjadi lemah dan tidak dapat lagi membantunya terbang cepat. Ketika merasa lemah, burung elang akan mencari tempat sembunyi di bebatuan karang.

Di sana dia akan merontokkan bulu-bulunya hingga gundul. Dia akan tinggal di situ hingga tumbuh bulu-bulu yang baru. Kemudian dia akan bertualang lagi.

Pelajarannya:

Secara berkala, kita perlu membuang kebiasaan buruk yang menghambat langkah dan tidak memberi nilai tambah.

Sumber gambar: nidokido dan freevector.com

Ada tanggapan ?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s