Ramadhan

Perlukah mengucapkan “Marhaban Ya Ramadhan” ?

Setiap menjelang bulan Ramadhan satu ayat ini kembali berkumandang.

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa. [QS. Al-Baqarah : 183]

Tidak pernah bosan walau terus diulang-ulang. Inilah ayat yang menjadi dasar pijakan menjalankan puasa wajib sebulan penuh.

Di dalam ayat yang mulia ini Allah Subhanahu wa Ta’ala secara tersurat menyeru mereka yang merasa dirinya beriman.

Artinya …

Artinya ini adalah panggilan khusus yang tidak ditujukan kepada sembarang orang. Hanya mereka yang di dalam hatinya masih bersemayam seberkas keimanan saja yang berhak untuk menyambutnya.

Setiap orang bisa saja mengaku dirinya beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Namun pengakuan tentu membutuhkan pembuktian. Bulan Ramadhan inilah saatnya membuktikan keimanan, yaitu dengan menyambut seruan mengerjakan puasa.

Sebaliknya, bila mengaku beriman tetapi tidak mau berpuasa tentu layak dipertanyakan pengakuannya. Alias dapat dikatakan omong doang. Hanya mulutnya saja yang mengaku beriman tetapi hatinya mengingkarinya.

Maka, menjelang bulan suci nan penuh berkah ini, marilah kita bersihkan hati kita, luruskan niat kita, dan teguhkan tekad kita untuk membuktikan bahwa kita layak untuk menyambut seruan khusus ini.

Mungkin tidak perlu mengucapkan “Marhaban Ya Ramadhan”. Tetapi ucapkanlah:

Ya, Allah, inilah kami.

Kami datang memenuhi panggilan-Mu.

Untuk membuktikan ucapan lisan kami.

Ada tanggapan ?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s