empat-manusia-ibadah

Manfaat Lebih Menegakkan Shalat Fardhu Secara Berjamaah

Bahwa menegakkan shalat fardhu secara berjamaah adalah kewajiban bagi setiap laki-laki muslim tentu sudah banyak yang tahu. Bahwa pahala shalat berjamaah 27 derajat lebih tinggi daripada shalat sendiri sudah dihafal sejak kecil. Bahwa shalat berjamaah merupakan ajang silaturahim di antara umat Islam sudah banyak diketahui. Bahwa kedudukan shalat berjamaah sebagai syiar Islam juga telah banyak dibahas.

Ternyata dalam perjalanan pengalaman menegakkan shalat fardhu secara berjamaah sebagai kewajiban bagi setiap laki-laki muslim dengan janji pahala 27 derajat lebih tinggi daripada shalat sendiri sekaligus menjadikannya sebagai ajang silaturahim dengan sesama Muslim dan sebagai syiar Islam, saya menemukan beberapa manfaat lebih yang lain.

Lebih Semangat dalam Beribadah

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa segala sesuatu yang dikerjakan secara bersama-sama akan terasa lebih bersemangat. Tidak terkecuali dengan shalat berjamaah. Bila semangat telah menyala diharapkan kewajiban shalat akan dilakukan dengan bersungguh-sungguh. Sehingga hak setiap gerakan dan bacaan akan dapat terpenuhi dengan sebaik-baiknya.

Berbeda dengan bila shalat dilakukan tanpa semangat. Bisa jadi berdirinya saja sudah dengan digelayuti rasa malas. Gerakan tidak dilakukan dengan tumakninah (khusyuk) dan sempurna alias ala kadarnya. Bacaan diucapkan dengan serampangan karena diseret yang bisa jadi mengubah artinya. Pendek kata shalat dikerjakan sekadar untuk menggugurkan kewajiban.

Dengan kenyataan semacam ini, tidak heran bila shalat berjamaah dihargai lebih tinggi daripada shalat sendiri.

Lebih Teratur Mengelola Waktu

Seseorang bila telah larut dengan pekerjaannya bisa membuatnya lupa waktu. Dia bisa bekerja terus-menerus hingga melewatkan waktu beribadah, waktu makan, bahkan tidak ingat untuk sekadar beristirahat. Dalam jangka panjang pola kerja seperti ini bisa merusak kesehatan.

Berbeda kejadiannya bila kita memiliki kebiasaan mengerjakan shalat berjamaah. Ketika adzan berkumandang menunjukkan waktu beribadah telah datang. Titik waktu ini sekaligus menjadi pertanda bagi kita untuk sejenak berhenti. Memberi kesembatan bagi jiwa dan raga haknya untuk beristirahat sekaligus mengisi ulang baterai tenaga.

Secara tidak langsung jeda waktu ini juga menjadi kesempatan bagi kita untuk menengok sejauh mana prestasi yang telah kita ukir. Apakah masih terdapat lubang kekurangan atau barangkali ada titik yang perlu ditingkatkan. Tidak kalah penting adalah untuk memberi apresiasi atas prestasi yang telah dicapai sejauh ini.

Di sini pula kita mendapat kesempatan untuk menilik kembali rencana ke depan. Barangkali harus meningkatkan semangat atau justru harus lebih menahan diri untuk meningkatkan kualitas hasil kerja.

Pendek kata banyak manfaat yang dapat dilakukan ketika mendapat jeda semacam ini. Bukan sekadar beristirahat dan mengisi tenaga.

Lebih Tenang ketika Bekerja

Ketika kewajiban beribadah telah ditunaikan, maka kita akan lebih tenang dalam bekerja. Tidak ada lagi tanggungan yang masih menggantung.

Berbeda halnya bila kita menunda kewajiban. Jiwa kita akan terbelah dan konsentrasi akan terpecah. Di satu sisi masih ada tanggungan kewajiban beribadah, namun di sisi lain kita enggan untuk meninggalkan pekerjaan yang ada di tangan. Kita merasa harus segera beribadah namun tidak juga mengambil air wudhu. Akibatnya kita bekerja dengan terburu-buru sehingga hasilnya tidak maksimal.

Seringkali hal ini kita lakukan hingga waktu shalat mendekati akhirnya. Bila begini keadaannya, akhirnya kita beribadah dengan terburu-buru. Celakanya belum lama kita selesai shalat, adzan shalat berikutnya kembali berkumandang, sehingga ada lagi kewajiban yang menggantung. Dan siklus menunda dan menunda kembali terulang.

Kebiasaan ini akan menyisakan hasil kerja yang tidak pernah maksimal. Beribadah dengan asal-asalan dan bekerja dengan serampangan.

Shalat berjamaah bukan sekadar menunaikan kewajiban. Inilah checkpoint harian bagi Umat Islam. Satu titik dalam rangkaian waktu untuk melakukan introspeksi demi hasil kerja yang maksimal. Satu titik untuk menunaikan hak semua pihak.

Catatan penting: yang dimaksudkan dengan shalat berjamaah di sini adalah shalat berjamaah di masjid bersama imam tetap masjid tersebut.

Sumber Gambar: Koleksi Pribadi

One thought on “Manfaat Lebih Menegakkan Shalat Fardhu Secara Berjamaah”

Ada tanggapan ?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s