Rain-Drop

Bukan Salah Hujan

Seperti sebuah rutinitas, setiap kali musim hujan datang banjir kembali menggenang. Dan seperti kebiasaan pula, banyak orang yang menuding hujan sebagai penyebabnya. Ini adalah tudingan yang salah alamat. Seperti menuding api sebagai penyebab terjadinya kebakaran. Tentu sangat absurd, bukan?

Selain itu data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan tahun ini terjadi penurunan curah hujan. Bila curah hujan berkurang, mengapa masih terjadi banjir? Secara mudah dapat diambil kesimpulan bukan salah airnya. Tetapi karena air itu tidak mendapatkan saluran yang memadai sehingga meluber kemana-mana.

Ada pula orang yang menuntut pemerintah untuk melakukan sesuatu guna menanggulangi hujan (disertai banjir) yang rutin datang. Sesungguhnya pemerintah telah melakukan berbagai upaya. Namun kita tidak boleh hanya bersandar kepada pemerintah.

Daripada main tuding, saya lebih suka bertanya kepada diri sendiri, apa kontribusi yang telah saya berikan. Kali ini saya menawarkan tiga solusi praktis dan sederhana yang, saya yakin, pasti mampu kita lakukan.

Jangan Semua Ditutup dengan Perkerasan

Kenyataan yang sering merisaukan saya adalah banyaknya pekarangan rumah yang ditutup dengan perkerasan. Alasan yang sering dikemukakan adalah demi kepraktisan dan kemudahan perawatan. Alasan lain adalah karena kebutuhan akan ruang.

Dua alasan pertama menurut pendapat saya kurang tepat. Bila pekarangan itu ditata dengan baik menjadi taman, perawatannya juga tidak kalah mudah. Dan biaya untuk membuat perkerasan sebanding dengan biaya untuk membuat taman.

Pembuatan taman bahkan bisa lebih murah bila kita mau bersabar, karena tanaman tumbuh dan berkembang biak. Tidak harus diisi dengan tanaman yang mahal. Yang penting adalah penataan komposisinya. Selain itu kita juga mendapat tambahan pasokan oksigen plus pemandangan yang lebih indah.

Alasan ketiga memang lebih sulit dibantah, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah padat. Namun bukan berarti kita boleh tidak peduli. Ada satu upaya yang dapat dilakukan, yaitu membuat sumur resapan. Belokkan air di dalam selokan ke dalam sumur resapan sebelum masuk ke dalam saluran kota.

Salah satu penyebab air meluap adalah karena semakin banyak air yang dialirkan ke saluran kota dan semakin sedikit yang terserap ke dalam tanah. Terutama di daerah hulu. Tragisnya yang sering menuai akibatnya, berupa banjir yang meluap, adalah mereka yang tinggal di daerah hilir.

Lalu apakah mereka yang tinggal di hulu tidak menghadapi ancaman? Sayangnya tidak demikian adanya. Berkurangnya air yang meresap ke dalam tanah sesungguhnya juga memiliki dampak yang lain, yaitu berkurangnya daya dukung tanah. Bila tanah tidak lagi mampu mendukung beban di atasnya, dapat terjadi tanah longsor. Inilah bahaya yang tidak kalah mematikan. Memang sangat jarang terjadi, namun sekali terjadi dapat memakan korban yang sangat banyak.

Buat Biopori

Ini juga upaya untuk resapkan air hujan menjadi air tanah (RAHMAT). Teknik ini relatif murah dan mudah pula membuatnya. Yah, walaupun sedikit memeras keringat juga. Tetapi saya harap tetesan keringat itu tidak mengucur dengan sia-sia.

Untuk penjelasan selengkapnya, silahkan kunjungi biopori.

lubang-biopori

Jangan Buang Sampah Sembarangan

Ini adalah saran yang sangat klasik. Namun pada kenyataannya masih banyak orang yang mengabaikannya. Tidak jarang saya melihat ada sampah yang dilempar begitu saja ke tengah jalan dari dalam mobil mewah. Sungguh pemandangan yang tidak etis sama sekali. Tunggangannya mewah, tetapi mentalnya sampah.

Cobalah sekali-kali menengok kondisi sungai yang melintas di tengah kota. Isinya tidak beda jauh dengan toserba. Semua ada. Bahkan saya pernah melihat kasur busa king size terapung dengan tenangnya. Bagaimana sungai tidak tersumbat dan air meluap kemana-mana?

Jadi walaupun ini adalah saran yang paling klasik, tetapi tetap perlu untuk dibiasakan dan dibudayakan. Hasilnya kita sendiri yang akan menikmatinya. Lingkungan jadi bersih dan sungai tidak tersumbat. Kemungkinan terjadi banjir pun dapat dikurangi.

Tiga saran di atas mungkin terlihat sangat sederhana, namun bila dilakukan dalam skala besar saya yakin, dampak positifnya akan sangat kita rasakan.

Sumber gambar: http://asalasah.blogspot.com/2012/03/manfaat-dan-teknik-pembuatan-lubang.html

Ada tanggapan ?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s