suntik-dan-ampul

Kutunggu dan Kutunggu

Sabtu, 7 April 2012, pukul 08.30 pagi, saya sudah duduk manis di ruang tunggu satu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Semarang. Ada daging tumbuh (sebangsa kista/ tumor jinak) yang mengganggu di telapak kaki kanan dan harus segera diambil sebelum mengganas.

Bicara tentang Rumah Sakit Umum (RSU), dahulu identik dengan lingkungan yang kumuh sehingga berbau tidak sedap, petugas berwajah masam dengan kata-kata ketus, pelayanan yang ala kadarnya dan kemampuan tenaga medis yang meragukan. Kesan lama yang terlanjur terpatri di benak saya ini sempat menerbitkan keraguan ketika hendak berobat di sana. Tetapi pilihan saya terbatas dan inilah rumah sakit terdekat dari rumah saya di Sendang Mulyo.

Ketika menginjakkan kaki di teras, saya menangkap gambaran yang berbeda. Ternyata seluruh kesan negatif yang tidak mendidik itu telah sirna sama sekali. Apa yang saya dapati hari itu adalah persis kebalikannnya. Lingkungannya bersih dan rapi, petugasnya ramah dan cantik-cantik serta penanganan yang profesional. Kelihatannya rumah sakit telah mengerjakan pekerjaan rumahnya. Dua jempol yang saya acungkan rasanya tidak cukup.

Namun ada setitik yang agak mengganggu. Sesuatu yang menjemukan dan celakanya terjadi berulang-ulang. Apa itu?

Kata orang kegiatan yang paling menjemukan adalah menunggu. Kegiatan menjemukan inilah yang hari itu setia menemani saya selama menjalani terapi pengobatan.

Menunggu 1

Begitu datang saya langsung menuju ke meja pendaftaran. Karena baru pertama kali berobat, saya diminta mengisi kartu pasien. Setelah itu saya dipersilahkan menunggu panggilan untuk membayar biaya administrasi. Hanya sejenak saya menunggu, tetapi ini adalah langkah pertama dari serangkaian acara menunggu hari ini.

Menunggu 2

Dari Ruang Tunggu Pendaftaran saya diarahkan menuju Ruang Tunggu Poli Bedah Umum. Dari sisi waktu inilah acara menunggu yang paling lama di hari ini. Walaupun saya sudah memperkirakan dan mempersiapkan diri, tak urung rasa jemu tetap menyergap juga.

Untuk membunuh waktu dan rasa jemu, berbagai kegiatan saya lakukan. Dari membaca buku, menjadi pengamat kesibukan di sekitar ruang tunggu, hingga berkirim pesan singkat kepada istri mengabarkan perkembangan keadaan.

Panggilan datang dan saya menjalani pemeriksaan awal. Petugas medis menanyakan keluhan saya dan mencatatnya dengan rapi. Benar-benar rapi. Kelihatannya mereka adalah mahasiswa yang sedang magang. Setelah itu saya diminta untuk menunggu.

Menunggu 3

Hanya sesaat saya menunggu. Kali ini saya diperiksa oleh dokter bedah betulan. Beliau menawarkan untuk langsung diambil tindakan hari itu juga. Tawaran ini persis seperti yang saya inginkan sejak awal.

Saya diberi resep yang harus langsung ditebus untuk keperluan operasi.

Menunggu 4

Resep saya antrikan di apotek dan saya kembali duduk manis menunggu panggilan. Tanpa terduga saya bertemu dengan seorang tetangga yang menjadi teman mengobrol. Lumayan untuk mengusir sepi di tengah keramaian.

Tidak lama kemudian saya dipanggil dan diberi pengantar untuk membayar di kasir.

Menunggu 5

Setelah membayar, saya serahkan bukti pembayaran ke apotek dan kembali duduk manis mengobrol dengan tetangga saya sembari menunggu panggilan. Mengobrol memang pembunuh waktu dan rasa jemu nomor satu. Tanpa terasa nama saya kembali dipanggil.

Dari petugas apotek saya menerima satu kaplet obat antibiotik, satu kaplet obat penghilang rasa nyeri, satu set alat suntik, tiga ampul obat bius dan (ini yang paling menggetarkan) sebilah mata pisau bedah. Inilah mata pisau yang akan dipakai untuk mengiris telapak kaki saya.

Menunggu 6

Saya kembali ke Poli Bedah Umum dan menyerahkan alat suntik, obat bius dan mata pisau bedah. Saya harus menunggu giliran masuk ke ruang operasi. Inilah kegiatan menunggu yang paling mendebarkan hari ini.

Saya tidak tahu bagaimana proses operasi akan berlangsung, butuh waktu berapa lama dan siapa yang akan menanganinya. Bahkan saya juga tidak tahu berapa lama harus menunggu giliran. Ini hari Sabtu dan arloji saya sudah menunjuk angka sepuluh. Berarti satu setengah jam sudah saya berkeliaran di rumah sakit ini.

Menunggu 7

Akhirnya nama saya dipanggil dan inilah puncak kegiatan hari ini. Operasi pengangkatan tumor yang telah lebih dari satu tahun ngendon di telapak kaki kanan saya.

Singkat kata operasi minor selama sekitar satu jam itu berjalan dengan sangat sukses. Kerja yang hebat oleh tim medis yang sarat pengalaman.

Setelah menyelesaikan berbagai urusan administrasi, saya diijinkan pulang. Saya menyangka kegiatan menunggu hari ini telah usai. Tetapi ternyata saya salah.

Ketika berjalan keluar mendadak badan saya limbung. Segera saya menjatuhkan diri ke atas kursi. Rupanya saya masih harus menunggu lagi. Kali ini bukan menunggu orang lain, tetapi menunggu diri saya sendiri. Kelihatannya saya terlalu antusias dan ingin segera pulang untuk beristirahat, sementara tubuh saya masih butuh sedikit waktu untuk pemulihan.

Setelah beberapa kali menarik nafas panjang sembari menghirup teh hangat, saya merasa kekuatan saya telah pulih kembali. Tanpa membuang banyak waktu saya meluncur pulang.

Operasi pengangkatan memang telah berakhir dengan sukses, tetapi masih dibutuhkan waktu setidaknya selama 2 pekan lagi hingga bekas luka itu benar-benar sembuh. Ah, … rupanya saya masih harus menunggu lagi.

Sumber Gambar:

2 thoughts on “Kutunggu dan Kutunggu”

  1. cuma bisa berkata retoris, sabar ya😀. tapi saya juga punya pengalaman menunggu di rumah sakit. 2008 operasi patah tangan kiri, “lapisan” menunggu serupa di atas berbulan2 dan setahun utk operasi lagi (ngangkat pen platina). 2010 operasi gigi dan rahang setelah kecelakaan, harus rutin operasi kecil tiap minggu dan bulan selama kurang lebih setahun. sekarang juga jadi sering rajin periksa / control gigi😀..selamat hari rabu!

    1. Kelihatannya parah sekali. Kalau itu harus benar-benar bersabar. Berarti apa yang saya alami belum ada apa-apanya. Terima kasih sudah memberi sudut pandang baru.

Ada tanggapan ?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s