Memorize and Destroy

Pada saat menerima kartu ATM dari bank pasti kita juga diberi amplop tertutup berisi PIN (Personal Identification Number). Lalu kita mendapat petunjuk untuk memorize and destroy. Yaitu PIN dihafalkan dan amplop dihancurkan agar tidak cibaca orang lain.

Pada kesempatan ini saya tidak hendak berbicara tentang ATM dengan PIN-nya, tapi tentang proses belajar. Sesungguhnya pada saat belajar kita juga dihadapkan pada proses yang sangat mirip. Yaitu menghafalkan pelajaran yang kita terima lalu bukunya bisa kita enyahkan.

Kali ini saya ingin berbagi tentang satu pepatah Arab yang berkaitan dengan proses belajar. Pepatah itu berbunyi :

“al ilmu fish shudur laa fis sutur”

“Ilmu terletak pada hafalan bukan di dalam buku catatan”

Inilah pendapat yang saya pegang saat ini. Bahwa ilmu harus dihafal. Dan yang namanya ilmu adalah yang sudah kita hafalkan bukan yang sudah kita tulis di dalam buku catatan. Tony Buzan bahkan mengatakan bahwa notes adalah alat untuk melupakan bukan untuk mengingatkan. Maksudnya apa yang sudah kita tulis bakalan segera kita lupakan.

Continue reading Memorize and Destroy

Advertisements

Bersosial dan Ultimate U

Senin, 14 Mei 2012. Malam mulai datang ketika seseorang mengetuk pintu pagar. Ternyata petugas dari JNE mengantarkan kegembiraan. Ini dia hadiah yang telah saya tunggu, kiriman dari upparl karena kebetulan termasuk di antara tiga orang yang beruntung.

Dan sebagaimana telah dijanjikan, malam itu saya menerima dua hadiah yang luar biasa. Hadiah pertama berupa satu potong t-shirt keren dari upparl. Sesungguhnya cukup bingung ketika dipersilahkan memilih sendiri disain yang dikehendaki. Masalahnya ada dua.

Pertama, saya hanya diijinkan memilih satu. 😀 maruk nih … Masalah kedua, disainnya keren-keren. Harus memilih satu di antara sekian banyak t-shirt keren, saya tidak dapat segera memutuskan. Tidak percaya dengan omongan saya? Silahkan berkunjung ke upparl dan merasakan kebingunan yang saya rasakan.

Continue reading Bersosial dan Ultimate U

Memotivasi Diri Sendiri untuk Berolahraga

Selepas menjalani operasi pengangkatan tumor di kaki, saya terpaksa harus beristirahat dari kegiatan rutin saya berolahraga. Bebera pekan istirahat rupanya berpengaruh terhadap semangat saya. Rasa malas mulai menyelimuti diri saya. Apalagi menyadari bahwa saya harus mulai dari awal lagi. Bergerak dari titik nol lagi.

Tetapi rasa malas ini harus dilawan dan harus dilawan dengan segera. Semakin lama semakin nyaman dia berkuasa. Sementara beberapa efek buruk mulai muncul, seperti badan kurang bertenaga, kurang bergairah, stamina kedodoran dan konsentrasi menurun.

Pada posisi kritis ini saya mendapat kiriman email berisi beberapa tips untuk memotivasi diri sendiri agar lebih semangat berolahraga. Saya beberkan sari patinya.

Continue reading Memotivasi Diri Sendiri untuk Berolahraga