adventure

Mode: Adventure – ON

26 Oktober 2010

Indramayu, sungguh satu kota yang tenang, bersih dan indah. Namun saya tidak bisa berlama-lama menikmati kota berhawa sejuk ini. Karena tugas resmi hanya untuk satu hari perjalanan dan mesti segera menyusun laporan di kantor. Namun kesan cukup mendalam telah tertanam di dalam hati.

Kejadian ”menarik” justru saya alami saat perjalanan pulang. Menumpang bus bumel, bus abal-abal dengan pelayanan yang mungkin bisa menyulut emosi seseorang, perjalanan sempat terhenti beberapa kali. Beruntung saya telah memasang mode: Adventure – ON.

Move On

Bukan plesetan dari slogan Pertamina. Tapi karena sang kondektur sempat melakukan perbaikan saat bus masih tetap berjalan (Move On).

Perbaikan pertama pada kaca spion yang miring. Kelihatannya ada baut yang kendor. Tanpa mengurangi laju bus, pak kondektur mengeluarkan tangannya lewat jendela dan mengencangkan spion. Lalu mengatur ulang posisinya.

Perbaikan kedua lebih dahsyat lagi yaitu pada kelistrikan. Ceritanya lampu dekat tiba-tiba mati. Setelah diselidiki ternyata ada sekering yang terbakar. Perbaikan kembali dilakukan dengan bus tetap berjalan.

Namun ternyata pak kondektur kesulitan, sehingga kali ini bus terpaksa berhenti. Pak supir pun langsung turun tangan. Sepuluh menit berlalu dan bus kembali melaju.

Bus Segala Jurusan

Satu hal yang membuat saya takjub. Biasanya bus memiliki trayek tertentu, misalnya jurusan Jakarta-Surabaya atau Semarang-Yogyakarta. Tapi bus yang satu ini memiliki “koleksi” trayek yang cukup lengkap dan kompleks.

Saya menyimpulkannya dari plakat penunjuk arah yang bergeletakan di dashboard. (Kebetulan saya duduk di deretan terdepan). Di antara yang sempat terbaca adalah : “Jakarta”, “Surabaya”, “Purwokerto”, “Semarang”, “Yogyakarta”, “Solo”, “Madiun”, ”Tulungagung” dan ”Kediri”.

Jadi sebenarnya bus ini jurusan mana? Lalu bagaimana rute perjalanannya mengingat beberapa kota tersebut letaknya berseberangan di Pulau Jawa ? Entahlah, yang jelas bus ini telah berhasil mengantarkan saya dengan selamat dari Indramayu menuju Semarang.

Bus yang Memuat Segalanya

Saat saya pertama kali naik ke atas bus, kondisi di dalam cukup gelap karena lampu kabin tidak dinyalakan. Saya hanya sekilas melihat kelihatannya bus sudah cukup penuh dengan penumpang. Beruntung saya masih mendapat tempat duduk.

Hingga suatu saat ada penumpang yang duduk di tengah hendak turun. Lampu kabin pun dinyalakan dan saya memanfaatkan kesempatan itu untuk menengok ke belakang. Awalnya hanya ingin mengetahui keadaan di dalam bus tetapi ternyata ada sesuatu membuat saya terkejut.

Saya melihat benda yang sebenarnya tidak luar biasa, karena saya juga memiliki satu di rumah. Namun keberadaannya di situ saya kira tidak pada tempatnya. Mungkin sudah ada yang menebak. Kalau ada yang menebak sepeda motor, maka angka 100 untuk Anda.

Di tengah gang itulah satu sepeda motor dengan cueknya berdiri. Saya tidak habis pikir, bagaimana cara menaikannya, berapa biaya yang dipungut dan hendak turun dimana. Sempat terpikir, seandainya saya bawa kambing mungkin akan diangkut juga.

Bukan karena tripping tapi saya sempat geleng-geleng kepala.

Demikianlah laporan perjalanan saya ke Indramayu. Selingan singkat ini semoga bisa sedikit menceriakan Indonesia yang sedang terluka.

Sumber Gambar: http://www.clker.com

Ada tanggapan ?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s