broken-plate

Bila Anak Memecahkan Gelas (atau Piring)

Rasanya hampir semua anak pernah melakukannya. Entah itu memecahkan gelas, piring, mangkok, cangkir atau barang pecah belah lainnya. Dan seringkali reaksi orang tua sama saja. Si anak dimarahi dan mendapat hukuman.

Saya (dan istri) kurang sependapat dengan reaksi semacam ini. Kami mencoba pendekatan lain dan hasilnya sejauh ini cukup baik. Kami mencoba untuk bereaksi secara wajar dan tetap menekankan pendidikan kepada anak.

Caranya … ?

Jangan Marah Doang

Saat seorang anak memecahkan gelas, misalnya, perlukah orang tua marah kepadanya ? Saya merasa ini adalah reaksi yang emosional dan kurang mendidik. Ini adalah saat sulit bagi anak-anak dan mereka membutuhkan dukungan dari orangtuanya. Anak akan merasa kecewa bila orang tua bereaksi secara emosional. Mereka seperti pesakitan yang tidak dipedulikan orang tua.

Saat hal semacam ini terjadi, kami memilih untuk tidak marah kepada anak dan bahkan berusaha menunjukkan bahwa kami berada di pihaknya. Katakan bahwa kita akan membereskan kekacauan ini bersama-sama. Pada kondisi seperti ini biasanya anak-anak lebih menurut kepada perintah orang tuanya.

Langkah pertama adalah menyelamatkan mental anak-anak. Kami berusaha menunjukkan bahwa hal ini bisa terjadi dan yang terpenting adalah bersikap hati-hati agar tidak terluka saat membereskannya.

Tidak Ada Hukuman (Tambahan)

Reaksi berikutnya dari orang tua biasanya adalah memberikan hukuman kepada si anak. Bisa berupa hukuman secara fisik, mengambil hak anak atau menambah kewajibannya. Ini juga reaksi yang emosional.

Pertanyaan saya masih sama, perlukah hukuman dijatuhkan ? Saat gelas pecah mereka pasti merasa kaget, takut dan mungkin ada sedikit rasa sesal. Bisa jadi juga mereka terluka terkena pecahan kaca. Pendapat saya mereka telah cukup mendapat hukuman. Jadi saya tidak merasa perlu untuk menambah hukuman mereka.

Tapi bukan berarti mereka bisa bebas begitu saja. Karena telah berbuat salah, pasti tetap ada konsekuensi yang harus mereka hadapi. Sebisa mungkin libatkan mereka saat membereskan kekacauan ini.

Berikan Pendidikan

Seringkali orangtua marah dan menghukum anak, tetapi lupa mendidik mereka. Setelah anak-anak “diungsikan” orang tua sendiri yang repot membereskan kekacauan (biasanya sambil mengomel) tanpa melibatkan anak.

Menurut pendapat saya, anak-anak harus dilibatkan saat membereskan kekacauan. Sambil diberi tahu apa bahaya yang mengancam dan bagaimana mengatasinya. Dengan demikian diharapkan anak tahu apa langkah yang harus diambil bila terjadi kecelakaan lagi.

Di sisi lain anak tidak merasa trauma bila harus menggunakan barang pecah belah. Mereka tahu bagaimana memperlakukan benda mudah pecah ini. Bagaimanapun mereka akan menggunakan barang-barang ini seumur hidupnya.

Sumber Gambar: http://www.tumblr.com

Ada tanggapan ?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s