Menelisik Pola Pikir Disainer

Ketika masuk ke jurusan Arsitektur, saya tidak memiliki bayangan sama sekali dengan berbagai tugas yang bakal dibebankan. Saya bukan termasuk yang pandai menggambar. Tidak heran jika berbagai kesulitan langsung menyergap sejak semester pertama. Ketika teman-teman yang lain bisa memusatkan perhatian kepada obyek utama, saya bahkan mengalami kesulitan untuk menggambar pohon yang sejatinya hanya gambar penunjang.

Walaupun telah berjuang dengan sangat keras, ternyata kesulitan demi kesulitan itu tetap enggan beranjak pergi. Saya bahkan masih memiliki masalah dengan proporsi dan komposisi hingga ketika masuk studio akhir. Sedikit menyedihkan walaupun akhirnya saya berhasil juga menggondol gelar sarjana yang sangat saya dambakan itu.

Continue reading Menelisik Pola Pikir Disainer

Advertisements

MsWord Template untuk WordPress Theme (2/2)

Ketika pertama kali membuat blog pada tahun 2006, hanya ada sedikit pilihan theme yang tersedia. Mungkin tidak lebih dari 20 pilihan. Dan di antara pilihan yang sangat terbatas itu masih terdapat banyak kekurangan. Saya merasa, paling tidak secara visual, masih banyak yang harus diperbaiki. Ternyata keterbatasan theme itu berpengaruh pula kepada semangat saya dalam ngeblog. Akibatnya saya pernah pindah ke tetangga sebelah.

Namun dalam dua tahun terakhir WordPress berkembang dengan sangat pesat. Ketika berkunjung pada 16 April 2012 telah tersedia 180 theme. Jumlah ini kelihatannya akan terus bertambah dengan sangat cepat. Beberapa theme terbaru tampil sangat memukau dan sempat membuat saya merasa bimbang untuk menentukan pilihan.

Continue reading MsWord Template untuk WordPress Theme (2/2)

MsWord Template untuk WordPress Theme (1/2)

Saya seringkali merasa kecewa ketika memublikasikan suatu artikel ke blog. Yaitu ketika tampilan di MsWord bebeda jauh dengan tampilan di blog. Perbedaan ini meliputi beda jenis dan ukuran font, beda model heading, beda model judul/title, beda lebar bidang tulisan, sampai perbedaan warna.

Saya lalu mencoba untuk membuat template di MsWord. Saya berusaha menduplikasi tampilan suatu theme semirip mungkin. Baik bentuk, ukuran, jenis font, hingga warna font dan latar belakang.

Hasilnya, sekarang saya dapat membayangkan bagaimana artikel saya akan tampil di blog. Saya bahkan dapat mengatur bagaimana penggalan suatu kalimat menyesuaikan lebar bidang halaman. Dengan demikian bagaimana tampilan yang saya lihat ketika di MsWord adalah yang akan tampak oleh pembaca di blog.

Continue reading MsWord Template untuk WordPress Theme (1/2)