bismillah

Mengapa Membaca Basmalah ?

“Awalilah semuanya dengan doa”, demikianlah kira-kira nasehat yang pernah saya terima. Dengan berdoa secara tidak langsung kita memohon kekuatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan bagi saya tidak ada titik tolak yang lebih kokoh daripada ucapan :

Bismillahirrahmaanirrahiim

Ada tiga point yang menjadi pijakan saya. Tiga point yang menjadi landasan bagi doa ini sebagai awalan untuk langkah selanjutnya. Mungkin Anda memiliki pendapat yang berbeda, tetapi inilah pendapat saya.

Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Dari sekian banyak Asmaul Husna (Nama-nama Allah yang baik), Allah Subhanahu wa Ta’ala memperkenalkan diri-Nya sebagai Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak menonjolkan diri-Nya sebagai Yang Maha Perkasa atau Yang Maha Kuasa. Tidak mengedepankan sifat-Nya Yang Maha Melihat dan Maha Mendengar. Tidak mengutamakan sifat-Nya Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana. Tetapi Allah Subhanahu wa Ta’ala memperkenalkan diri sebagai Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Padahal ayat basmallah ini begitu sering dibaca. Setiap hendak mulai beribadah dan bekerja kita membacanya. Kita juga membacanya ketika akan makan dan minum. Ketika akan pergi. Sebelum masuk rumah. Bahkan kita juga membacanya ketika hendak berdoa. Para ulama juga menjadikannya sebagai pembuka bagi makalah yang disusunnya.

Sehingga wajar bila kemudian tertanam di dalam hati kita bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dan berbicara tentang kedua sifat ini berarti kita berbicara masalah CINTA.

Allah Subhanahu wa Ta’ala begitu mencintai hamba-Nya. Begitu menyayangi makhluq ciptaan-Nya. Bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala mendahulukan Rahmat-Nya di depan Murka-Nya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala Membagi Rahmat-Nya

Allah Subhanahu wa Ta’ala membagi Rahmat-Nya menjadi 100 bagian. Satu bagian diturunkan ke dunia, sehingga bila ada seekor induk hewan mengangkat kakinya karena takut menginjak anaknya, itu karena rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Satu bagian dari Rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diturunkan ke dunia masih harus dibagi untuk seluruh makhluq sepanjang masa kehidupan di alam dunia. Jadi bila Anda menyayangi orangtua, atau mencintai istri atau mengasihi anak-anak atau harta atau pekerjaan Anda, maka itu adalah sepersekian dari satu persen Rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sedang yang 99 persen masih disimpan khusus bagi mereka yang beriman untuk dibagikan di akhirat kelak. Kita bisa bayangkan perbedaan kedua bagian tersebut. Satu persen untuk seluruh makhluq dengan 99 persen khusus untuk mereka yang beriman. Tentu bagian untuk mereka yang beriman kelak di akhirat jauh lebih banyak daripada bagian kita semua di dunia.

Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah Dzat Yang Maha Sabar. Setiap hari begitu banyak makhluq-Nya yang bermaksiat kepada-Nya. Namun Allah Subhanahu wa Ta’ala tetap memberinya rizqi, keamanan dan keselamatan selama di dunia. Sekali lagi “selama di dunia”. Adapun di akhirat “hitungannya” berbeda.

Kisah Umar bin Khothob radiyallahu ‘anhu

Kisah tentang masuk Islamnya ‘Umar bin Khothob radiyallahu ‘anhu tentu sudah tidak asing lagi. ‘Umar bin Khothob radiyallahu ‘anhu adalah orang yang sangat lembut hatinya. Pada saat pertama membaca ayat ini hatinya langsung bergetar hebat hingga lembaran Al-Qur’an yang dipegangnya sampai jatuh.

Setelah agak tenang hatinya, maka diambil lagi lembaran Al-Qur’an itu dan dibaca lagi. Namun ternyata kemudian hatinya tergetar lagi dan lembaran Al-Qur’an itupun terjatuh lagi. Inilah jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala membuka hati ‘Umar bin Khothob radiyallahu ‘anhu.

Sebelumnya Bangsa Arab sudah mengenal siapa Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai warisan dari agama Nabi Ibrahim ’alaihis salam dan Nabi Ismail ’alaihis salam. Namun ternyata rangkaian ayat basmalah masih terdengar asing bagi ‘Umar bin Khothob radiyallahu ‘anhu. Terasa benar baginya kebesaran dan keagungan Asma Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam kalimat basmalah itu.

Basmallah menjadi langkah awal bagi Al-Faruq radiyallahu ‘anhu dalam  menapaki dunia Islam. Maka saya ingin pula menjadikannya sebagai artikel pembuka blog ini. Maksudnya artikel serius yang saya tulis.

Semoga bermanfaat dan menjadi barokah

Sumber Gambar: http://sionagpur.blogspot.com/

Ada tanggapan ?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s