pointing

Beda Striker Beda Kiper

Apa perbedaan antara striker dengan kiper dalam permainan sepakbola?

Secara teknis keduanya memiliki tugas yang berbeda. Tugas utama seorang striker adalah membobol gawang lawan, sedangkan tugas utama seorang kiper adalah menjaga gawangnya agar jangan sampai kebobolan.

Pasti jawaban di atas tidak dapat disalahkan. Tetapi bukan itu yang ingin saya bahas. Saya memiliki jawaban dengan sudut pandang yang berbeda dan ada kaitannya dengan cara pandang yang biasa kita lakukan.

Jawaban saya adalah:

Seorang striker bisa saja bermain buruk sepanjang pertandingan, lalu mencetak satu gol kemenangan pada peluang terakhir dan dia dianggap sebagai pahlawan. Sebaliknya, seorang kiper dapat bermain gemilang di sepanjang pertandingan, lalu membuat satu blunder di menit terakhir dan dia dituding sebagai biang kerok kekalahan.

Sang striker mungkin telah sering salah mengirim atau menerima umpan, berkali-kali terjebak offside, menyia-nyiakan peluang atau bahkan gagal mengambil tendangan pinalti, tetapi ketika satu gol yang dicetaknya ternyata membawa kemenangan bagi timnya, segera dia dipuja sebagai pahlawan. Seluruh kesalahan yang telah dilakukan tidak lagi dihiraukan.

Di sisi lain sang kiper mungkin tampil prima hampir di sepanjang waktu. Mungkin dia telah menjadi benteng kokoh yang membuat para penyerang lawan dilanda frustasi, melakukan berbagai penyelamatan gemilang atau bahkan memblok tendangan pinalti. Tetapi ketika di penghujung waktu dia melakukan satu kesalahan yang berbuah kekalahan bagi timnya, segera dia dihujat bagai pesakitan. Penampilan gilang-gemilangnya segera dilupakan.

Inilah penyakit yang sering menjangkiti diri kita. Memandang orang lain sebagaimana pandangan kepada kiper malang di atas. Terkadang ada orang yang telah berbuat begitu banyak kebaikan kepada kita, lalu dia membuat satu kesalahan dan kita segera melupakan seluruh kebaikannya. Bahkan seolah-olah dia belum pernah berbuat kebaikan sama sekali.

Sementara itu kita memandang diri kita seperti striker beruntung di atas. Baru berbuat sedikit kebaikan, namun sudah minta penghargaan bagai seorang pahlawan. Tanpa mau mengingat berapa banyak kesalahan yang telah kita lakukan. Berapa kali ucapan atau perbuatan kita telah menyinggung perasaan.

Saya tak hendak menggurui atau menasehati. Ini hanya sedikit ungkapan untuk direnungkan sembari menunggu pertandingan, sambil menebak-nebak siapa yang bakalan beruntung.

Sang striker.

Atau sang kiper.

Sumber Gambar: http://www.huffingtonpost.com/

About these ads

Ada tanggapan ?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s